Saat Bencana Mereda, Perjuangan Baru Dimulai
Hujan memang telah reda. Namun bagi warga di sejumlah wilayah Aceh, dampak bencana belum sepenuhnya pergi. Jalanan masih berlumpur, rumah-rumah belum sepenuhnya pulih, dan dapur-dapur warga belum kembali mengepul seperti sediakala.
Di kondisi seperti inilah, kehadiran bantuan menjadi lebih dari sekadar logistik. Ia hadir sebagai penanda bahwa para penyintas tidak sendirian.

Emergency Response Sumatra untuk Penyintas Aceh
Pada 1–4 Januari 2026, tim Sahabat Humanity melaksanakan Program Emergency Response Sumatra berupa penyaluran Paket Sembako dan pembukaan Dapur Umum bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Program ini menjangkau dua wilayah terdampak utama, yaitu:
- Kampung Paya Kolak, Dusun Belang Jorong, Kecamatan Ceulala, Kabupaten Aceh Tengah
- Dusun Lhok Nga, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh
Sebanyak 400–500 jiwa menjadi penerima manfaat dalam rangkaian aksi kemanusiaan ini.
Menembus Akses Terbatas Demi Amanah Kebaikan
Perjalanan distribusi tidak berlangsung mudah. Tim harus menyusuri wilayah pedesaan Aceh Tengah dengan akses jalan yang masih licin dan berlumpur akibat hujan serta sisa genangan air pascabencana.
Namun keterbatasan itu tidak menyurutkan langkah. Satu per satu paket sembako disalurkan langsung kepada warga di Kampung Paya Kolak. Sambutan hangat dan senyum haru dari para penerima menjadi penguat bahwa bantuan ini benar-benar dibutuhkan.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu kami,” ujar seorang warga sambil menerima paket sembako.
Isi Paket Sembako untuk Ketahanan Keluarga
Paket sembako yang dibagikan dirancang untuk membantu kebutuhan dasar keluarga penyintas, terdiri dari:
- Beras 5 kg
- Telur 1 papan
- Minyak goreng 1 liter
- Mi instan (5 pcs)
- Bihun 1 bungkus
- Biskuit 1 bungkus
- Gula 1 kg
Bagi banyak keluarga, paket ini menjadi penopang sementara di tengah situasi yang belum stabil.

Dapur Umum: Menghadirkan Kehangatan di Tengah Pengungsian
Di hari berikutnya, aksi berlanjut dengan pembukaan Dapur Umum di Dusun Lhok Nga, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen—salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang.
Melalui dapur umum ini, tim Sahabat Humanity menyiapkan 400–500 porsi makanan hangat setiap harinya untuk para pengungsi dan penyintas bencana. Bagi mereka, sepiring makanan bukan hanya soal rasa kenyang, tetapi juga bentuk perhatian dan kepedulian yang menenangkan.
Kolaborasi Kebaikan dari Masjid Al Ihsan Graha Cinere
Seluruh rangkaian Emergency Response Sumatra ini terwujud berkat dukungan dan kepercayaan dari Donatur Mitra Masjid Al Ihsan Graha Cinere. Amanah kebaikan tersebut disalurkan melalui Amanah Takaful sebagai jembatan yang menghubungkan kepedulian para dermawan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Salah satu penerima manfaat menyampaikan rasa syukurnya,
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada donatur dari Masjid Al Ihsan Graha Cinere. Alhamdulillah bantuan sembako yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami para penyintas bencana. Semoga kebaikan ini dibalas Allah SWT dengan pahala berlipat dan keberkahan rezeki.”
Ketika Kepedulian Menjadi Harapan Bersama
Bencana memang datang tanpa aba-aba. Namun kepedulian selalu bisa dihadirkan dengan sengaja. Dari paket sembako hingga dapur umum, setiap bantuan menjadi penguat langkah para penyintas untuk kembali bangkit.
✨ Mari terus membersamai ikhtiar kemanusiaan.
Karena di setiap porsi makanan dan setiap paket bantuan, tersimpan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang memulai kembali.